Solusi jual beli properti ( KPR ) dan kendaraan ( KPM / KKB ) dengan angsuran syar'i

PRODUK BARU

Sebagai pemeluk agama terbesar di Indonesia, umat muslim dihadapkan pada sedikit pilihan ketika mereka hendak membeli rumah dengan cara angsuran. Sebagian besar umat muslim terpaksa harus memanfaatkan fasilitas kredit/pembiayaan dari Lembaga Keuangan yang di dalam transaksinya mengandung unsur riba, gharar dan kedzaliman. 

 

Perlu diketahui bahwa riba itu diharamkan berdasarkan dalil Al Qur’an, As Sunnah dan ijma’ (kata sepakat) para ulama (Lihat Al Mughni, 7: 492).

Di antara dalil Al Qur’an yang mengharamkan bentuk riba adalah firman Allah Ta’ala,

وَأَحَلَّ اللَّهُ الْبَيْعَ وَحَرَّمَ الرِّبَا

“Padahal Allah telah menghalalkan jual beli dan mengharamkan riba.” (QS. Al Baqarah: 275)

Saat ini, pada umumnya fasilitas kredit/pembiayaan/pembelian dengan cara angsuran yang ditawarkan oleh Lembaga Keuangan kepada umat muslim belum terbebas dari unsur riba, gharar dan kedzaliman. Misalnya : praktek dari fasilitas kredit/pembiayaan adalah menggunakan akad pinjam meminjam dengan pengembalian lebih (riba), pemberian diskon apabila terjadi pelunasan failitas kredit/pembiayaan lebih awal (gharar) dan pengenaan denda apabila terjadi keterlambatan dalam pembayaran angsuran (kedzaliman).    

Sudah saatnya umat muslim untuk lebih berhati-hati dan tidak terkecoh dengan tawaran yang dilakukan oleh Lembaga